Oleh: yadi | April 22, 2011

Pengantar Ilmu Falak

Ilmu Falak adalah Ilmu pengetahuan yang mempelajari lintasan benda-benda langit pada orbitnya masing-masing untuk diketahui suatu benda langit terhadap benda langit lainnya agar diketahui pengaruhnya terhadap perubahan waktu di muka bumi.

Nama lain Ilmu Falak ialah Ilmu Hisab, Ilmu Rashd, dan Ilmu Miqat.

Ilmu Falak sangat erat kaitannya dengan prosesi ibadah Umat Islam, yaitu untuk :

  1. Mengetahui awal bulan Qamariyah
  2. Mengetahui Kusuf dan Khusuf, yaitu Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan.
  3. Mengetahui awal waktu shalat fardhu
  4. Mengetahui arah Qiblat

Secara garis besar, Ilmu Falak atau Ilmu Hisab ini terbagi kepada dua, yaitu:

a. Hisab Urfi

b. Hisab Hakiki

a. Hisab Urfi

Hisab Urfi adalah sistem perhitungan kalender yang didasarkan pada rata-rata bulan mengelilingi bumi dan ditetapkan secara konvensional. Hisab Urfi telah digunakan sejak zaman Khalifah Umar bin Khathab r.a. (17 H). Penanggalan akan berulang secara berkala setiap 30 tahun. Berdasarkan Hisab Urfi tahun terdiri dari tahun basithah (354 hari) dan tahun kabisat (355 hari). Bulan Dzulhijjah pada tahun kabisat=30 hari. Satu daur= 30 tahun =11 kabisat + 19 Basithah. Kabisat adalah tahun ke 2,5,7,9,10,13,15,18,21,24,26,29.

b. Hisab Hakiki

Sistem hisab ini berdasarkan kepada peredaran bulan dan bumi yang sebenarnya. Umur bulan kadang-kadang 29 hari, kadang 30 hari tergantung penampakan/ wujud hilal.

(Sumber: Ilmu Falak panduan praktis menentukan hilal, Uum Jumsa)

 

Nama Pesantren        : Madrasah Diniyyah 89 Bogor

Alamat                        : Jl. Sholeh Iskandar Gg.HM.Syueb Rachman Rt. 04/02     Cibuluh Bogor Utara .Telp. (0251)8316136 / 081316724367.

 

بسم الله الرحمن الرحيم

A.    MUQADDIMAH

Munculnya generasi muda yang berwawasan luas, amanah dan berakhlaqul karimah tentu merupakan dambaan kita semua, sebagai cikal bakal perjuangan kita di masa yang akan datang. Allah SWT berfirman:

Artinya: “dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan Perkataan yang benar”. (Q.S. An-Nisaa:9 )

Firman Allah tersebut memberikan dorongan kepada kita agar tidak meninggalkan generasi yang lemah, baik lemah jasmani maupun rohani, materi maupun imateri terutama lemah dalam ilmu agama dan yang lainnya.

Di zaman sekarang ini, ketika umat Islam sudah kehilangan banyak ulama dan sangat minimnya kader-kader penerus dakwah mereka, sebagai akibat dari pergeseran kebudayaan yang semakin hari semakin memprihatinkan. Bila hal ini terus dibiarkan, maka generasi umat muslim yang asalnya kuat dan faham terhadap agama, akan menjadi lemah tak berdaya.

Selanjutnya dalam upaya membentuki generasi yang tangguh dan berwawasan luas, amanah serta berakhlaqul karimah dibutuhkan suatu lembaga pendidikan yang bisa mewujudkan harapan orang tua terhadap putra- putrinya.

Madrasah Diniyyah 89 yang lahir dari harapan dan keinginan masyarakat, mudah-mudahan akan melahirkan generasi yang bisa menjawab dari pada harapan dan cita-cita orang tua serta umat muslim lainnya dalam membentengi aqidah, ibadah dan mu’amalah dari ajaran-ajaran yang menyimpang.

Oleh karena itu dalam upaya mempertahankan dan memajukan serta meningkatkan mutu lembaga pendidikan Islam yang ada ini, maka zakat, infaq, shadaqah serta sumbangan lainnya yang tidak mengikat dari para dermawanlah yang memiliki andil cukup besar.

Allah SWT menjanjikan kepada siapa saja yang menafkahkan hartanya di jalan Allah akan dibalas dengan 700 kali lipat bahkan bisa lebih dari pada itu.

Artinya: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui. (Q.S Al Baqarah:261)

Mudah-mudahan Allah SWT memberikan janji itu kepada kita yang merupakan penggerak dan sebagai pemerhati serta pencipta dunia pendidikan pembentuk generasi yang berakhlaqul karimah.

B.    PROFIL SINGKAT MADRASAH DINIYYAH 89 BOGOR

Madrasah Diniyyah (MD) adalah salah satu jenjang pendidikan yang pernah berjalan sekaligus merupakan jenjang pendidikan yang pertama kali ada di lembaga pendidikan Pesantren Persatuan Islam 89 Bogor; yaitu sejak yahun 1976. Walaupun pada saat itu masih bersifat informal dan tradisional.

Pasang surut dalam suatu lembaga pendidikan sudah bukan menjadi hal baru, terlebih dari tahun ke tahun sudah banyak lembaga-lembaga pendidikan yang dibangun oleh pemerintah atau yayasan-yayasan; yang bertujuan untuk mencerdaskan bangsa Indonesia. Hal inipun dialami Madrasah Diniyyah 89 Bogor, bahkan kevakuman pun dirasakan sekitar tahun 2003-2005.

Beberapa faktor yang menyebabkan kevakuman ini terjadi antara lain:

  • Kekurangan SDM. Para asatidz yang mengajar Madrasah Diniyyah di sore hari adalah mereka yang mengajar di Madrasah Ibtidaiyyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyyah (MTs) di pagi harinya. Disamping itu adanya perpindahan tempat tinggal sebagian asatidz yang mengajar Madrasah Diniyyah.
  • Kekurangan sumber keuangan untuk membiayai operasional sekolah baik fisik maupun non fisik.

Bahkan pasang surut ini terasa terutama setelah dipanggilnya oleh Sang Khalik dua orang asatidz sebagai pendiri dan pengajar di pesantren, yaitu Al-ustadz Muhammad Ilyas (mantan bendaharawan kantor Depag Kab. Bogor) pada tahun 1984 serta istrinya Ibu Shalihah tahun 1998.

Sehingga banyak masukan dari tokoh masyarakat dan dorongan dari para orang tua yang mengharapkan agar putera-puterinya dapat memperdalam kembali pelajaran agama di sore hari, meskipun tidak sekolah formal di pesantren Persatuan Islam 89 karena terlanjur sekolah di tempat lain. Dan dengan harapan agar putera-puterinya dapat membentengi diri dari pengaruh-pengaruh negatif atas kemajuan zaman dan teknologi.

Hal ini pula yang harus menjadi tanggung jawab kita semua, terutama umat Islam yang harus berusaha melahirkan generasi-generasi yang cinta akan syariat Islam itu berdiri tegak, namun tidak harus mengorbankan negeri yang sudah tertata.

Maka pada tahun 2006 dengan mengharap ridha Allah SWT serta dukungan ikhwatu iman jenjang pendidikan diniyyah mulai dirintis dan dibuka kembali dengan nama Madrasah Diniyyah 89 Bogor.

Waktu pembelajaran di Madrasah Diniyyah 89 Bogor ini empat hari dalam seminggu, yaitu dari hari Senin sampai dengan Kamis, dimulai dari pukul 14.00 – 17.00 WIB. Hal ini dikarenakan para peserta didik atau santrinya adalah mereka yang pada pagi harinya sekolah di SD atau SLTP.

Madrasah Diniyyah 89 Bogor terdiri dari empat tingkat, dari tingkat pertama hingga tingkat ke empat. Masing-masing tingkat diselesaikan selama satu tahun yang terdiri dari dua semester. Khusus untuk tingkat pertama; terbagi kedalam dua kelas; kelas IA dan kelas IB.

Kelas IA di peruntukkan bagi santri yang belum mengenal huruf Arab, mayoritas berusia dibawah tujuh tahun dan belum memasuki Sekolah Dasar (SD). Setelah menyelesaikan di kelas IA, santri melanjutkan ke IB hingga menyelesaikan pendidikan sampai kelas IV.

Kurikulum yang dipakai mengacu kepada kurikulum yang di buat Bidgar Pendidikan PP PERSIS. Dan disesuaikan dengan kemampuan santri menangkap materi ajar.

C.    JUMLAH GURU DAN SISWA

  1. Jumlah Guru/Asatidz

Jumlah tenaga pengajar sampai saat ini adalah lima orang, berikut Kepala Sekolah/Mudir. Hal ini disesuaikan dengan faktor usia anak didik serta mata pelajaran yang diberikan. (Nama Asatidz terlampir).

  1. Jumlah Siswa/Santri

Sejak dibuka dan dirintis kembali, jumlah santri Diniyyah meningkat secara perlahan. Hingga kini sudah berjumlah 50 orang santri. Dikarenakan  jenjang pendidikan ini bersifat sosial serta merangkul bagi orang tua yang menginginkan putera-puterinya memperdalam ilmu agama Islam, disamping itu faktor ekonomi keluarganya  menengah kebawah.

D.    SARANA DAN PRASARANA

Untuk proses pembelajaran bagi santri Diniyyah 89 menggunakan tiga ruangan kelas yang pagi harinya digunakan untuk MI. Dan teras masjid bagi santri yang usianya kurang dari tujuh tahun yaitu kelas I A.

E.     SUMBER  KEUANGAN

Majunya suatu lembaga pendidikan manapun selain SDM yang memang sudah siap, hal penting lainnya adalah sumber keuangan yang dimiliki oleh lembaga pendidikan tersebut dan cara manajemennya.

Sumber keuangan Madrasah Diniyyah 89 yang ada saat ini adalah dari Zakat, Infak, Shadaqah serta sumbangan lain dari para dermawan yang bersifat tidak mengikat. Kemudian dari Para orang tua santri sebesar Rp.5.000 tiap bulannya, dan ini pun tidak berjalan dengan lancar.

F.         PERENCANAAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DAN KESEJAHTERAAN ASATIDZ

1)   Peningkatan Mutu Pendidikan

  • Ø Menggiatkan santri untuk rajin ke perpustakaaan.
  • Ø Mengadakan rihlah ke tempat yang bernilai pendidikan.
  • Ø Pembelian komputer untuk pembelajaran santri.
    • Ø Mendorong anak untuk lebih mempertajam daya ingat dengan materi hafalan Al-Qur’an dan Al-Hadits.

2)   Kesejahteraan Asatidz

  • Ø Mengajak para dermawan untuk dapat menyalurkan ZIS (zakat, infaq dan shadaqah) ke Madrasah Diniyyah 89.
  • Ø Bekerja sama dengan instansi pemerintahan atau swasta dalam memberikan/menyalurkan hibah/ZIS ke Madrasah Diniyyah 89 Bogor.
  • Ø Mengelola semaksimal mungkin dana ZIS yang terhimpun ke Madrasah Diniyyah 89, diantaranya dengan memberikan pinjaman modal usaha kepada guru/orang tua santri/masyarakat umum dengan sistem pengembalian dana pokok pinjaman ditambah hasil keropak/bumbung ZIS yang di simpan si peminjam.

G.    PENUTUP

Pembinaan moral dan akhlak generasi baru memang berat dan memerlukan adanya usaha-usaha yang disertai niat yang ikhlas (mengharaf ridha Allah SWT)/ tekun dan sabar. Mudah-mudahan proposal yang kami buat ini dapat menggugah kaum muslimin untuk bersama-sama dalam mewujudkan generasi ‘akhlaqul karimah’ yang kuat akan ilmu agama dan pengetahuan lainnya.

Semoga Allah SWT memberikan pahala dan rizki-Nya yang berlipat sesuai dengan janji Nya. Terima kasih atas perhatian dan bantuan Bapak/Ibu/Saudara Kaum Muslimin sekalian.

جزاكم الله خيرا كثيرا

الله يأخذ بأيدينا إلى ما فيه خير للإسلام والمسلمين

  Bogor, 26 Februari 2010Wassalamu’alaikum Wr.Wb.Mudir Madrasah Diniyyah 89 Bogor

Nurfie Muttaqien,S.Pd.I

 

NB: Pengurus MD akan memberikan laporan pemasukan dan pengeluaran kepada para donatur setiap bulannya.

ANGGARAN PESANTREN TIAP BULAN

A. Pemasukkan

1. Infak Santri MI                                                    Rp. 100.000,-

2. donatur                                                               Rp. 450.000,-

3. lain-lain                                                              Rp.   50.000,-+

Total                                       Rp. 600.000,-

B. Pengeluaran

1. honor Asatidz                                                      Rp. 350.000,-

2. administrasi pesantren                                      Rp.   15.000,-

(kertas, foto copi, dll)

3. perlengkapan kelas                                            Rp.   50.000,-

4. uang transport Asatidz                                       Rp.   50.000,-

5. konsumsi                                                             Rp.   35.000,-

6. lain-lain                                                              Rp. 100.000,-+

Total                                       Rp. 600.000,-

Oleh: yadi | Maret 14, 2010

Gaya Hidup Islami Dan Gaya Hidup Jahili

Oleh: Surahmat (Yogyakarta) 

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ، اَلنَّبِيِّ اْلأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ؛

فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ، وَاتَّقُوا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ،: {

Hadirin jamaah Jum’at yang berbahagia rahimakumullah

      Ada dua hal yang umumnya dicari oleh manusia dalam hidup ini. Yang pertama ialah kebaikan (al-khair), dan yang kedua ialah kebahagiaan (as-sa’adah). Hanya saja masing-masing orang mempunyai pandangan yang berbeda ketika memahami hakikat keduanya. Perbedaan inilah yang mendasari munculnya bermacam ragam gaya hidup manusia.

        Dalam pandangan Islam gaya hidup tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu: 1) gaya hidup Islami, dan 2) gaya hidup jahili.

        Gaya hidup Islami mempunyai landasan yang mutlak dan kuat, yaitu Tauhid. Inilah gaya hidup orang yang beriman. Adapun gaya hidup jahili, landasannya bersifat relatif dan rapuh, yaitu syirik. Inilah gaya hidup orang kafir.

        Setiap Muslim sudah menjadi keharusan baginya untuk memilih gaya hidup Islami dalam menjalani hidup dan kehidupan-nya. Hal ini sejalan dengan firman Allah berikut ini:

Artinya: Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. (QS. Yusuf: 108).

            Berdasarkan ayat tersebut jelaslah bahwa bergaya hidup Islami hukumnya wajib atas setiap Muslim, dan gaya hidup jahili adalah haram baginya. Hanya saja dalam kenyataan justru membuat kita sangat prihatin dan sangat menyesal, sebab justru gaya hidup jahili (yang diharamkan) itulah yang melingkupi sebagian besar umat Islam. Fenomena ini persis seperti yang pernah disinyalir oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . Beliau bersabda:

لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ حَتَّى تَأْخُذَ أُمَّتِيْ بِأَخْذِ الْقُرُوْنِ قَبْلَهَا شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ. فَقِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، كَفَارِسَ وَالرُّوْمِ. فَقَالَ: وَمَنِ النَّاسُ إِلاَّ أُولَـئِكَ. (رواه البخاري عن أبي هريرة، صحيح).

        Artinya: “Tidak akan terjadi kiamat sebelum umatku mengikuti jejak umat beberapa abad sebelumnya, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta”. Ada orang yang bertanya, “Ya Rasulullah, mengikuti orang Persia dan Romawi?” Jawab Beliau, “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah z, shahih).

لَتَتَّبِعَنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوْا جُحْرَ ضَبٍّ تَبِعْتُمُوْهُمْ. قُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ، اَلْيَهُوْدُ وَالنَّصَارَى. قَالَ: فَمَنْ. (رواه البخاري عن أبي سعيد الخدري، صحيح).

        Artinya: “Sesungguhnya kamu akan mengikuti jejak orang-orang yang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, bahkan kalau mereka masuk ke lubang biawak, niscaya kamu mengikuti mereka”. Kami bertanya,”Ya Rasulullah, orang Yahudi dan Nasrani?” Jawab Nabi, “Siapa lagi?” (HR. Al-Bukhari dari Abu Sa’id Al-Khudri z, shahih).

Hadirin jamaah Jum’at rahimakumullah.

            Hadits tersebut menggambarkan suatu zaman di mana sebagian besar umat Islam telah kehilangan kepribadian Islamnya karena jiwa mere-ka telah terisi oleh jenis kepribadian yang lain. Mereka kehilangan gaya hidup yang hakiki karena telah mengadopsi gaya hidup jenis lain. Kiranya tak ada kehilangan yang patut ditangisi selain dari kehilangan kepribadian dan gaya hidup Islami. Sebab apalah artinya mengaku sebagai orang Islam kalau gaya hidup tak lagi Islami malah persis seperti orang kafir? Inilah bencana kepribadian yang paling besar.

Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ. (رواه أبو داود وأحمد عن ابن عباس).

        Artinya: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka” (HR. Abu Dawud dan Ahmad, dari Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu hasan).

            Menurut hadits tersebut orang yang gaya hidupnya menyerupai umat yang lain (tasyabbuh) hakikatnya telah menjadi seperti mereka. Lalu dalam hal apakah tasyabbuh itu?

        Al-Munawi berkata: “Menyerupai suatu kaum artinya secara lahir berpakaian seperti pakaian mereka, berlaku/ berbuat mengikuti gaya mereka dalam pakaian dan adat istiadat mereka”.

        Tentu saja lingkup pembicaraan tentang tasyabbuh itu masih cukup luas, namun dalam kesempatan yang singkat ini, tetap mewajibkan diri kita agar memprihatinkan kondisi umat kita saat ini.

Hadirin jamaah Jum’at rahimakumullah

            Satu di antara berbagai bentuk tasyabbuh yang sudah membudaya dan mengakar di masyarakat kita adalah pakaian Muslimah. Mungkin kita boleh bersenang hati bila melihat berbagai mode busana Muslimah telah mulai bersaing dengan mode-mode busana jahiliyah. Hanya saja masih sering kita menjumpai busana Muslimah yang tidak memenuhi standar seperti yang dikehendaki syari’at. Busana-busana itu masih mengadopsi mode ekspose aurat sebagai ciri pakaian jahiliyah. Adapun yang lebih memprihatinkan lagi adalah busana wanita kita pada umumnya, yang mayoritas beragama Islam ini, nyaris tak kita jumpai mode pakaian umum tersebut yang tidak mengekspose aurat. Kalau tidak memper-tontonkan aurat karena terbuka, maka ekspose itu dengan menonjolkan keketatan pakaian. Bahkan malah ada yang lengkap dengan dua bentuk itu; mempertontonkan dan menonjolkan aurat. Belum lagi kejahilan ini secara otomatis dilengkapi dengan tingkah laku yang -kata mereka- selaras dengan mode pakaian itu. Na’udzubillahi min dzalik.

        Hadirin, marilah kita takut pada ancaman akhirat dalam masalah ini. Tentu kita tidak ingin ada dari keluarga kita yang disiksa di Neraka. Ingatlah, Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam pernah bersabda:

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا؛ قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيْلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُؤُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيْحَهَا، وَإِنَّ رِيْحَهَا لَتُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذَا وَكَذَا. (رواه مسلم عن أبي هريرة، صحيح).

        Artinya: “Dua golongan ahli Neraka yang aku belum melihat mereka (di masaku ini) yaitu suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi, mereka memukuli manusia dengan cambuk itu. (Yang kedua ialah) kaum wanita yang berpakaian (tapi kenyataan-nya) telanjang (karena mengekspose aurat), jalannya berlenggak-lenggok (berpenampilan menggoda), kepala mereka seolah-olah punuk unta yang bergoyang. Mereka itu tak akan masuk Surga bahkan tak mendapatkan baunya, padahal baunya Surga itu tercium dari jarak sedemikian jauh”. (HR. Muslim, dari Abu Hurairah z, shahih).

            Jika tasyabbuh dari aspek busana wanita saja sudah sangat memporak-porandakan kepribadian umat, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tinggal diam. Sebab di luar sana sudah nyaris seluruh aspek kehidupan umat bertasyabbuh kepada orang-orang kafir yang jelas-jelas bergaya hidup jahili.

Nah, hadirin rahimakumullah

            Sebagai penutup khutbah ini saya mengajak kepada kita semua untuk memperhatikan, merenungi dan mentaati sebuah firman Allah yang artinya:

        Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (QS. At-Tahrim: 6).

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ.

 

Khutbah Kedua

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا} وَقَالَ: {وَمَن يَتَّقِ اللهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا}

ثُمَّ اعْلَمُوْا فَإِنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَالسَّلاَمِ عَلَى رَسُوْلِهِ فَقَالَ: {إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَأَقِمِ الصَّلاَةَ.

Oleh: yadi | Maret 14, 2010

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Kategori